Hujan ingatkan aku
akan satu wajah yang ada dalam khayalku
wajah penuh cinta
dengan tangan penuh kasih
yang dengan kehangatannya
selalu membuat hati ini rindu
salam rindu ini aku haturkan dengan doa
semoga sehat senantiasa,
rizki barokah tak terputus
doa tulusmu tetap untukkku
salam untukmu ibu...
Senin, 16 Februari 2009
Rabu, 11 Februari 2009
Rabu, 21 Januari 2009
Zaidan Hanif Mumtazza
Zaidan berasal dari Zaidan Rahman, nama anakku yang pertama. Kelas 3 SD sekarang. SD al muslim. Tahun pelajaran ini masuknya sekitar 10 jutaan. Mmh... tahun kemarin masuk D3 IPB, murid-muridku, sekitar 6 jutaan. Apa anakku langsung masuk kuliah aja ya ?
Hanif berasal dari nama Fardhan Hanif, anakku yang ketiga. Lucuuu deh. Pinter pula, kakak-kakaknya sayang banget sama Hanif. Sekarang Hanif di SPB kalau siang. SPB itu tempat menitipkan anak-anak kecil prasekolah di yayasan al muslim, tambun
Mumtazza, berasal dari nama Akhdan Mumtaz, anakku yang kedua. Sekarang di TK al muslim, kelas nol kecil.
Mudah2an jadi anak-anak yang soleh.
Hanif berasal dari nama Fardhan Hanif, anakku yang ketiga. Lucuuu deh. Pinter pula, kakak-kakaknya sayang banget sama Hanif. Sekarang Hanif di SPB kalau siang. SPB itu tempat menitipkan anak-anak kecil prasekolah di yayasan al muslim, tambun
Mumtazza, berasal dari nama Akhdan Mumtaz, anakku yang kedua. Sekarang di TK al muslim, kelas nol kecil.
Mudah2an jadi anak-anak yang soleh.
Kamis, 18 Desember 2008
Bagaimanapun engkau, i still love you, son...
Bu... aku ga sabar nunggu hari Sabtu, begitu kata Zaidan.
Hari Sabtu besok, tanggal 20 Desember 2008, Zaidan akan terima raport akhir semester 1 di kelas 3 SD.
Waktu pembagian raport bayangan kemarin, dia rangking 1. Wow.
Aku bahagia untuk dia. Bagaimana tidak. Sekarang dia kelas 3 SD. Di kelas biasa, bukan
unggulan. Waktu dia kelas satu dan dua SD, dia ada di kelas unggulan. Tapi nilainya selalu kalah dengan teman-temannya yang lain, maklumlah semuanya pintar-pintar.
Anakku terkategori anak yang 'lelet'. Semua pekerjaan dilakukan dengan pelan. Lambat.
Walaupun dia pintar. Mungkin ada pengaruhnya antara 'lelet' dan nilai.
sampai akhirnya di kelas 3 dia termasuk anak yang terlempar ke kelas 'biasa'.
Tapi, berkahnya adalah : sekarang dia rangking satu.
Berkah yang lainnya : dia tidak sakit selama satu semester pertama di kelas 3 ini.
Padahal di kelas 1 dan 2 dulu, hampir setiap bulan aku membawanya ke Dokter anak.
Yang juga berkah : hidupnya enjoy ! Dia bahagia !
Badannya lebih berisi. Dia lebih gemuk.
Oh, a Idan. Kita tunggu besok ya A. Walaupun Ibu dan Bapak sudah tahu dari Bu Nana, kepala sekolah Aa, bahwa Aa menduduki rangking satu lagi semester ini. Tapi Ibu dan Bapak akan tetap rahasiakan sampai Ibu dan Bapak melihat betapa bahagianya Aa besok. Oke !
Sekali lagi, selamat ya A, walaupun, rangking berapapun Aa, Aa tetap jadi kebanggaan buat Ibu dan Bapak.
Hari Sabtu besok, tanggal 20 Desember 2008, Zaidan akan terima raport akhir semester 1 di kelas 3 SD.
Waktu pembagian raport bayangan kemarin, dia rangking 1. Wow.
Aku bahagia untuk dia. Bagaimana tidak. Sekarang dia kelas 3 SD. Di kelas biasa, bukan
unggulan. Waktu dia kelas satu dan dua SD, dia ada di kelas unggulan. Tapi nilainya selalu kalah dengan teman-temannya yang lain, maklumlah semuanya pintar-pintar.
Anakku terkategori anak yang 'lelet'. Semua pekerjaan dilakukan dengan pelan. Lambat.
Walaupun dia pintar. Mungkin ada pengaruhnya antara 'lelet' dan nilai.
sampai akhirnya di kelas 3 dia termasuk anak yang terlempar ke kelas 'biasa'.
Tapi, berkahnya adalah : sekarang dia rangking satu.
Berkah yang lainnya : dia tidak sakit selama satu semester pertama di kelas 3 ini.
Padahal di kelas 1 dan 2 dulu, hampir setiap bulan aku membawanya ke Dokter anak.
Yang juga berkah : hidupnya enjoy ! Dia bahagia !
Badannya lebih berisi. Dia lebih gemuk.
Oh, a Idan. Kita tunggu besok ya A. Walaupun Ibu dan Bapak sudah tahu dari Bu Nana, kepala sekolah Aa, bahwa Aa menduduki rangking satu lagi semester ini. Tapi Ibu dan Bapak akan tetap rahasiakan sampai Ibu dan Bapak melihat betapa bahagianya Aa besok. Oke !
Sekali lagi, selamat ya A, walaupun, rangking berapapun Aa, Aa tetap jadi kebanggaan buat Ibu dan Bapak.
Jumat, 21 November 2008
Kamis, 18 September 2008
Mak ...
Kadang banyak hal yang dijadikan alasan kenapa tidak bisa menjenguk ibu sendiri. Hhhh.....
Pengen banget pulang, Mak.
Kangen. Cuma kangen.
Aku butuh ketenangan yang biasa aku lihat di matamu..
aku butuh kedamaian dalam tutur katamu,
aku juga butuh bijaknya kata-katamu menemani aku...
Semoga kita bisa bertemu lagi....
Pengen banget pulang, Mak.
Kangen. Cuma kangen.
Aku butuh ketenangan yang biasa aku lihat di matamu..
aku butuh kedamaian dalam tutur katamu,
aku juga butuh bijaknya kata-katamu menemani aku...
Semoga kita bisa bertemu lagi....
Rabu, 16 Juli 2008
Langganan:
Postingan (Atom)



