Senin, 29 Juli 2013

Waaw.. SMS-an sama Guru Besar UI


Ceritanya begini, saya bermaksud mewawancarai Nezatullah Ramadhan, seorang social entrepreneur yang peduli sekali pada anak jalanan, maka googlinglah saya. Tidak banyak data yang menyebutkan Neza itu siapa. Mungkin kiprah Neza memang belum banyak yang mengekspos. Saya sendiri baru membacanya dari Republika di Bulan Juli 2013. Dari Republika itu jugalah saya tertarik mengangkat sepak terjang Neza yang walaupun masih mahasiswa, namun mempunyai kepedulian besar terhadap anak-anak jalanan.

Saya lalu mendapatkan informasi tentang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta ini dari Blog seorang Raldi Koestoer. Di dalam blognya, Pak Raldi menuliskan hubungannya dengan kegiatan Neza sebagai seorang relawan. Tertera pula nomor HP Neza dan Pak Koestoer. Waah... blog yang saya butuhkan. Akhirnya, saya mengirimi Neza pesan yang isinya kurang lebih meminta ijin bahwa saya akan menuliskan profil Neza untuk sebuah perlombaan menulis. Pesan yang sama saya kirim juga ke Pak Raldi karena Neza tak kunjung membalas pesan singkat saya. Hmm... mungkin dia pikir sms saya ini hoax ya ? Bad thinking banget gak sih ?

Tiba-tiba, Neza membalas sms saya dengan sumringah. Maksudnya, dia terlihat tidak terganggu dan sangat senang saya sudah bersedia menuliskan siapa dia. Wahh, syukurlah saya tidak dicurigai sebagai hoaxer. Tidak lama kemudian Pak Raldipun membalas pesan saya dengan mengatakan bahwa Neza itu sibuk. Intinya, sabar aja nunggu smsnya Neza, karena kesibukan Neza yang luar biasa. Waah... saya jadi tambah penasaran nih sama Neza. Sesibuk apa sih dia?

Setelah saya menutup sms Pak raldi, saya mencoba membaca ulang reportase Republika tentang Neza kembali. Memang, ada beberapa nama yang disebutkan dan salah satunya adalah Prof. Raldi Koestor sebagai pembina yayasan. Whattt??? Profesor???Duhaiiii... ternyata Pak Raldi adalah Guru Besar UI fakultas teknik. Jadi selama ini saya sms-an sama guru besar UI secara tak sengaja gitu ? Waduh... padahal saya di dalam pesan sms saya, saya memanggilnya Mas Raldi lho... hehe jadi malu. 

Selasa, 23 Juli 2013

Tulisan Pengalaman Ramadhan Dudun Masuk Koran


Kemarin, Selasa 23 Juli 2013 merupakan hari yang ajib bagi saya dan bapaknya Dudun. Pasalnya, tulisan tentang pengalaman Dudun dalam menjalani ramadhan diapresiasi Republika. Wow gak sih ?

Tak kurang, sekolahan Dudun ramai memperbincangkan, termasuk sekolahan tempat saya mengajar. Agak heboh. Di jejaring sosial om dan tantenya saling sahut menyahut mengomentari fenomena langka ini. Hihi... anaknya sendiri tahu ga sih tulisan ini dimuat ?

Yang awal tahu adalah saya. Kala itu, saya membuka emai dari Tim Khazanah Ramadhan yang mengatakan bahwa tulisan pengalaman Dudun ini akan dimuat Hari Selasa 23 Juli 2013. Kontan saja saya kegirangan dan langsung sms Bapaknya Dudun. Saya lalu sibuk bolak balik kantor - meja piket, demi selembar koran. Dan uhuy.. ternyata iya. Tampang imutnya nongkrong dengan manis di halaman 25. Judul tulisannya dirilis : Tarawih Keliling yang Seru.

Pulang sekolah, saya dapati Dudun mesem-mesem sendiri. Hihi... kesenengan dia. Langsung saja dia digodain sama Bapaknya.. cie..cie.. ada Penulis !

Senin, 22 Juli 2013

Mengapa, Coba?


Di negeri entah barantah, ada sebuah kantor yang suka rapat. Tapi ternyata, hasil rapatnya suka-sukanya diganti sendiri. Jadi deh, apa yang dijalankan bukan hasil rapat.
Heeuuhh... aneh!


Minggu, 14 Juli 2013

Kapan Tunjangan Sertifikasi Cair ?


Bertemu Pak Ben, Bu Is dan Pak Musa di hari pertama masuk sekolah ini, kami saling melempar senyum dan bertanya tanpa suara, "Udah?" Yang dimaksudkan oleh pertanyaan ini adalah : Udah cair belum uang sertifikasinya ? Heheuu... jawabannya sama : belum!

Tanpa kepastian dari siapapun, tunjangan sertifikasi tahun ini untuk 5 orang guru di sekolah tempat saya mengajar memang belum turun ke rekening. Entah, dia nyangkut di mana ? Sudah diurus ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, jawabannya selalu sama : tunggu aja, Pak!

Ya Allah... harus bagaimana ya ?

Sabtu, 13 Juli 2013

Miss Rempong Sekolah


Alisha, si miss rempong cantik akhirnya sekolah juga. Sabtu ini dia masuk untuk masa orientasi. Hmmm... dengan pedenya berjalan menuju meja pendaftaran dan mendapat nama dada. Lalu saya antar ke kelas dan dengan gaya princessnya, dia bersikap manis.

Beberapa lama kemudian bel berbunyi dan si miss rempong bersama teman-temannya yang lain berbaris rapi di koridor kelas. Hari hujan saat itu, biasanya ritual ini dilakukan di halaman sekolah, namun hari ini terpaksa deh di koridor.

Orang-orang tua siswa berdesakan demi melihat buah hati mereka merayakan hari sekolahnya yang pertama. Mereka bernyanyi dan tertawa bersama. Hehe.. lucu juga ya miss rempong yang terlihat agak-agak bengong dengan gurunya yang sedang bercerita.

Tapi, keadaan indah ini tidak lama. Ketika kepala sekolah memberikan pengarahan perihal program sekolah setahun ke depan, miss rempong mulai berulah. " Makaaan... !", teriaknya. Lalu dibukanya tasnya yang berisi beberapa kue coklat dan mulai menyantapnya hingga ludes. Setelah itu ? Dia mulai membongkar-bongkar lemari di belakang bu guru dan mulai membuka-buka buku cerita yang ada. Setiap kali saya mulai bercerita. Bukunya ditutup. Ternyata, bukan itu yang dia mau. Akhirnya dia teriak lagi, "Jajaaaann..." Hadeeuuh... bener-bener rempong deh si cantik ini. Dan demi menjaga keamanan sekolah, akhirnya saya bawa dia keluar ruangan.

Hasrat main di lapangan rupanya membuncah. Dengan lincahnya dia bermain-main di halaman sekolah. Main ayunan, perosotan, monkey bar, dan semuanya. Tahu-tahu sepatu barunya kotor karena tanah becek selepas hujan. Ampyuuun deh.

Sayang sekali nih fotonya belum bisa naik tayang. Ada sesuatu yang error.

Jumat, 12 Juli 2013

Liburan dengan Keluarga : Selalu Terasa Kurang


Tak terasa, esok sudah harus masuk kerja lagi. Artinya, liburan benar-benar selesai sudah. Dua pekan terakhir ini memang saya habiskan dengan keluarga sekenyang-kenyangnya. Lebih keren lagi, liburan kali ini pada saat ramadhan, jadinya saya mengisi hari dengan memperbincangkan masak apa buat buka dan sahur atau hunting tempat taraweh yang disukai anak-anak. Ga masalah, namanya juga liburan di bulan puasa.Yang penting, buka puasa bersama, taraweh bersama. Ada kebahagiaan tersendiri di balik riuhnya empat orang anak-anakk luar biasa ini.

Aktivitas lain adalah ngajarin Hanif baca ! Wow.. ternyata sama sekali berbeda ya antara anak satu dengan anak lainnya. Dan ternyata lagi, selama liburan ini saya dan suami jadi sibuk mencari metode mengajarkan baca yang tepat buat si tambun ini. 
Dan, waktu cepat sekali bergulir. Tahu sendiri dong... kalau kerja sudah dimulai, sebagian jiwa akan terkuras untuk yang lain.
Semoga libur lebaran nanti bisa lebih seru !

Minggu, 30 Oktober 2011

Outing to Jakarta ..





Pergi menuntut ilmu, ke Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2011. Sebelum sampai ke tempat pelatihan, ternyata saya dan adik saya yang juga ikut pelatihan ini, ternyata nyasar. Mau ke Gedung Diknas dekat pintu satu malah lewat dalam parkir timur... akhirnya... mampir dulu ke Lee Kum Kee Food Festival. Pada hari itu ternyata ada 3 event besar yang sempat kami intip.

Seru juga ya jalan di Hari Minggu di Jakarta.

Di Festival Lee Kum Kee ini ada lomba memasak untuk 300 orang (kalau tidak salah). Banyak amat ya ? Pasti seru dong, sempat terlintas pikiran nakal kami... nanti siang cabut nonton yuuk.. hehe..


 
 Sebenarnya hari masih sangat pagi ketika kami sampai di pintu dekat Hotel Mulia, Pintu berapa ya itu,... tapi karena alih-alih salah alamat, maka jalan-jalanpun dimulai.
Di beberapa sudut parkir timur memang mulai ramai pengunjung. Paniti aterlihat sibuk merapihkan berbagai macam hal.
Para SPG sibuk menjajakan barang dagangannya.
Kebagian juga deh, kami ditawarin kecap, saus, sambal, mi instan... macem-macem. Kalau gratis sih boleh deh buu....
Hehe..

Setelah berputar-putar sangat lama, akhirnya kami sampai juga di Gedung Baru Diknas. Ternyata banyak juga peserta yang mengalami nasib serupa dengan kami :Nyasar.
Kebanyakan mereka salah gedung. Dikiranya gedung diknas yang biasa, ternyata ada lagi ya gedung yang lain...
hee...

Setelah sampai, barulah saya tahu bahwa itu adalah Pelatihan yang disponsori oleh PT Telkom dan IGI, bertajuk Developing Creative Curriculum.



di sinilah 300 peserta lomba memasak akan unjuk kebolehan.. Asik ya... pengen nonton...

Mampir dulu ke Stadion...siapa tahu ketemu Irfan Bachdim yang sedang latihan...
akhirnya sampai juga ke tempat yang dicari...most wanted  place...       


Senin, 24 Oktober 2011

Hunting Sekolahan

Si sulung kan sudah kelas 6, maka sudah waktunya saya berburu sekolahan buat dia. Dia sih tidak minta sekolah khusus, alias terserah ibu sama bapak, jadi kami harus buka mata lebar-labar untuk sekolah yang bisa membuat anakku belajar, dan merem dulu deh untuk sekolahan yang bikin anakku stress.

Kira-kira sekolah mana ya? Need some recomendation

Tergoda Blog

Seru juga membaca blog siswa. Ada perasaan bangga, karena ternyata mereka bisa membuatnya lebih seru dari yang saya bayangkan. Lebih juicy tulisannya. Memang kreatifitas anak muda yang gila.
Berawal dari kengerian saya menghadapi rasa ingin tahu mereka akan high tech. Bayangan saya, kalau saja mereka diberikan tugas  pelajaran lain juga dengan teknologi, mungkin akan banyak hal baik tersalurkan. Minimal, mereka buka laptop bukan cuma untuk main games. Mereka ngenet bukan hanya ingin ngetweet atau up date status, tapi ada kegiatan lain yang menggantikannnya. Dengan kata lain, saya ingin mengalihkan perhatian dan waktu mereka agar menggunakan teknologi untuk belajar.

Maka kemudian, saya rela mendengar keluhan mereka ketika saya minta mereka ngeblog. Start now to write ! Begitulah... Saya tidak berharap semua orang mau dan pandai menulis. Mustahil itu saya dapatkan dari semua anak didik saya. Namun beberapa dari mereka kemudian terdeteksi menyenangi dan memiliki kemampuan dalam menulis menjadi suatu momen yang tak akan saya lupakan. Saya yakin merekapun tak akan melupakan saya. 

Ada banyak manfaat dari learning by blogging yang dilakukan anak-anak, sebenarnya.  Ketika saya meminta (dalam bab perkenalan) mereka untuk menuliskan siapa diri mereka, saya jadi tahu siapa mereka. Mulai dari hobby, makanan kesukaan, penyakit yang pernah diderita, prestasi mereka, pelajaran yang mereka suka, guru favorit, bahkan rasa galau mereka...

Pernah saya meminta mereka menuliskan tentang orang tua. Mereka merespon dengan sangat luar biasa. Kebanyakan dari mereka mengakui bahwa orang tua adalah orang yang mereka cintai. Sebagian dari mereka juga tak malu menyatakan penyesalan karena telah membuat orang tua kecewa. Artinya, saya agak lega ternyata kegiatan blogging ini kembali mengingatkan mereka akan banyak hal yang terlupakan dari sejarah hidup mereka.

Blog ini saya manfaatkan juga sebagai jembatan antara siswa, orang tua dan Pembimbing Akademik di sekolah. Konselor pun tak ketinggalan untuk saya minta sekali-kali menghadiri postingan anak-anak. Dari sana kita membuka jendela hati mereka. Ternyata ada sisi lain yang kadang mereka enggan ceritakan dengan mulut namun terbentang dalam lautan curhat mereka lewat tulisan.

Alhamdulillah ya, sesuatu .




Senin, 06 Juni 2011

Sertifikasi yang luar biasa

Tahun kemarin adalah tahun yang disibuki oleh pengurusan berkas portofolio untuk sertifikasi. Bak bik bek alias dar der dor curi-curi waktu sana sini, menyelesaikan satu kepentingan ini. Lebih dari sebulan, alhamdulillah akhirnya kelar juga.
Biaya ratusan ribu keluar. Untuk inilah untuk itulah. Legalisir, foto kopi, transport ke dinas yang lumayan jauh...setelah ditotal-total sekitar Rp 500 ribu saya harus membayar biaya persiapannya hingga selesai.

Beberapa bulan kemudian, dengan deg-degan, akhirnya saya dinyatakan lulus portofolio tanpa PLPG. Syukurlah, karena PLPG dilaksanakan 9 hari. Berarti saya tidak perlu meninggalkan dua balita di rumah.

Setelah satu tahun berlalu, katanya sih, karena uang tunjangan sertifikasi akan cair, maka kami, termasuk saya, menjalani tahap verifikasi data pertengahan Mei kemarin. Semua perangkat pembelajaran dari silabus, prota, prosem, absense, daftar nilai, dikumpulkan.

Saya terdiam tak berdaya setelah ternyata harus mengampu minimal 24 jam untuk mata pelajaran ekonomi, sementara saya cuma punya 18 jam, sisanya adalah jam Leadership. Komplain kecil-kecilan sempat saya utarakan pada pengawas yang bertugas mengecek data saya.
Bagaimana tidak keberatan, saya mengampu 30 jam pelajaran ternyata hanya diakui 18 jam saja. Hanya pelajaran yang tertera di sertifikat pendidik. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan saya lulus portofolio dari UNJ. Lalu ?

Saya hampir putus asa, mengingat pengawas saya pun tak bisa berbuat banyak karena peraturannya demikian adanya. Saya jadi teringat sesuatu, 'apa yang bisa meluluskan saya dari pengecekan ini pak ?'...
"Bawakan saya surat keterangan bahwa ibu menjabat sesuatu senilai 12 jam".
Alhamdulillah, akhirnya setelah dua jam menunggu, ada teman membawakan surat tersebut.

Saya melirik setumpuk guru dengan masalah yang sama dengan saya. Beliau bilang, guru-guru ini harus datang ke kepala dinas untuk menanyakan nasibnya.
Hah?? Saya agak merinding mendengarnya. Bagaimana tidak ? Berbulan-bulan saya mendampingi suami memperbaiki data dirinya di dinas pendidikan dengan hasil nihil.

Begitulah, beratnya tugas saya sebagai guru di Indonesia dengan birokrasi yang luar biasa.

Kamis, 02 Juni 2011

Jalan Raya Setu Bekasi

Luar biasa jalanan yang setiap hari saya lewati ini. Parah luar biasa. Di kemarau, apalagi di hujan.

Jika kemarau alias tidak hujan, tampak jelas batu-batu besar selebar jalanan. Ada beberapa titik, lebih dari 5 titik keparahan sepanjang jalan Kp. Utan hingga Setu, sehingga setiap pengguna jalan wajib extra hati-hati, apalagi jika sehabis hujan dan air menggenangi jalanan yang penuh batu besar. Pengemudi harus menggunakan indra ke enam alias sekalian mengingat-ingat bagian mana yang bisa rada mudah dilalui.

Entah sampai kapan keadaan akan terus begini. Ditunggu berhari hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun...
Mudah-mudahan ke'ngehan sama pejabat yang berwenang. Mudah-mudahan tidak ada unsur nepotisme dan bau-bau korupsi.

Denger-denger orang ngobrol di angkot malah ceritanya tidak begitu.
Konon pemborongnya sudah ada, namun mengundurkan diri karena banyaknya preman berkedok karang taruna. Masa iya sih ?
Lah, yang pengen jalanan diperbaiki siapa, yang jadi preman siapa...
Mudah-mudahan itu hanya kabar burung...
Kalaupun benar, saya jadi pengen berpesan, jangan begitulah... sampai kapan jalanan kita akan seperti ini ?
Plis deh berlogika.





Rabu, 25 Mei 2011

Saya ingin memerankan peran sebaik-baiknya

Saya ingin memerankan peran apapun sebaik-baiknya. Saya merasa saya mampu selalu menjadi yang terbaik. Alhamdulillah saya memiliki komitmen yang tinggi. Tapi, selalu ada saja yang seakan-akan menghalangi jalan saya. Hal-hal kecil adalah kerikil, membuat saya terpaksa tersandung.

Mohon padaMu perlindungan, ya Allah. Khawatir suatu ketika saya tak sanggup

Selasa, 24 Mei 2011

Bertemu seorang oma di angkot

Bertemu seorang oma di angkot, dalam perjalanan ke tempat kerja. Saya menggendong Alisha, dengan sebuah tas popok besar. Oma membantu memegangi tas, karena melihat saya begitu kerepotan. Sepanjang perjalanan, Oma bercerita tentang dirinya yang capek sehabis mengurus cucunya yang sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit.
Si oma punya 2 cucu. Rumah oma dan anaknya sejauh 1 jam perjalanan. Si anak tidak bekerja, sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak. Satu 4 tahun, yang bungsu 2 tahun. Yang bungsu sakit dan ternyata harus dirawat di rumah sakit. Sang oma akhirnya menemani si cucu.

Oma terpaksa harus pulang kembali ke rumahnya setelah beberapa hari di rumah cucu, karena mendengar kabar anak bungsunya terserang cacar.
Pagi ini, oma belum mandi, belum makan, menuju rumah sendiri menemui anak bungsunya yang sakit. Oma jadi ikut sakit.

Kata oma, cucu cuma dua tidak terurus. Apa sih yang dilakukan ibunya. Ibunya memang tidak punya pembantu, tapi kan dia tidak bekerja. Anak dua saja sudah sangat kerepotan dan banyak keluhan . Artinya, seharusnya ibu bisa mengurus anak dan rumah lebih baik, tanpa kurang satu point pun penilaian.

Suatu saat oma bertanya, anakmu baru satu ? Empat, oma, jawab saya miris. Ada terbersit keinginan saya, oma tahu, anak dua aja begitu repotnya, apalagi anak empat tanpa pembantu.

Minggu, 22 Mei 2011

Alisha pagi ini

Hari ini Alisha terlihat ceria. Dia mengambil sendiri tas beruangnya dan memintakan saya memakaikannya di punggung. Senyum cerahnya mengembang sejak pagi. Dia berhasil meraih topi merah rajutan nenek, dan meminta saya memakaikannya juga.





Cantik dan bergairah. Itulah Alisha hari ini. Sepanjang jalan dia bernyanyi riang. Mulutnya monyong-monyong. Tangan-tangan mungilnya menari-nari. Kepalanya mengangguk-angguk. Sekali kali bibir mungilnya mencium pipi dan bibir saya. Alisha memang mesra.

Di angkutan umum, beberapa penumpang terpesona oleh tingkah lucunya. Suara nyanyiannya mengundang orang tersenyum. Kata-katanya yang belum lancar terucap membuat dia tambah lucu.
Alhamdulillah, Alisha hari ini menyenangkan.

Sabtu, 21 Mei 2011

Pekerjaan yang tiada habisnya

Subhanallah.
Alhamdulillah saya dikarunia 4 anak. Saya bekerja. Berangkat dari pk. 06.15 pagi hingga pk. 05 sore. Semua anak balita saya bawa untuk dititipkan di tempat penitipan anak di lingkungan saya bekerja. Dengan begitu, saya masih punya waktu menengok anak saya.

Pulang sekolah saya harus berbagi waktu antara menyiapkan makan malam anak-anak, bersih-bersih rumah, nyuci baju, nyetrika, dan sebagainya.
Untungnya saya punya suami yang mau berbagi pekerjaan. Beliau rela jadi koki. Jadi, saya mengurus anak-anak dan rumah, suami saya masak. Itu pun kalau beliau tidak ngajar malam.
Selain jadi guru SMP di pagi hari, siangnya suami saya menjadi dosen.
Kalau tidak, kadang-kadang saya harus merelakan diri mandi jam 9 malam, saat anak-anak sudah tidur.

Tidak adil rasanya kalau masih harus mengerjakan pekerjakan sekolah. Maka, sejak anak saya dua, saya tidak pernah membawa pekerjaan di rumah. Kasian anak-anak.

Kadang saya frustasi membagi waktu. Tidak sepadan antara pekerjaan dan rasa capek yang luar biasa. Minta ampun padaMu ya Allah.. kadang saya menangis kalau badan tak sanggup lagi mengerjakan semua pekerjaan. Tapi saya jadi ingat ibu saya yang beranak sembilan. Luar biasa, tidak pernah mengeluh. Atau ingatlah Fatimah yang pernah meminta pembantu tapi ditolak sama Nabi, karena luar biasanya pekerjaan seorang ibu di rumah.
Subhanallah. Hanya kekuatan dariMu ya Allah...


Minggu, 15 Mei 2011

12 tahun...

Kekasih hati,
Aku berterima kasih padaNya. Dua belas tahun kita bersama.

Aku juga berterima kasih padamu.

Aku sangat menyadari siapa aku, perempuan yang jauh dari sempurna. Aku merasa kau menggenapinya menjadi sebuah kesempurnaan. Anak-anak memeriahkan kesempurnaan kita. Jadi, terimakasih Tuhan, yang memberikan itu indah buat kita.

Kekasih, dua belas tahun sebenarnya lama. Tapi aku tidak merasa itu lama. Malah, aku takut itu berakhir. Semoga tuhan menggenapi kebahagiaan kita dengan mengijinkan kita tetap bersama lebih lama.

Aku akan terus ingat bahwa kebahagiaan kita diperoleh dengan perjuangan. Kita begelut dengan banyak keterbatasan. Maka dengan penuh kesadaran, aku akan terus ikhlas mempertahankannya.

Riak kecil dan besar yang selama dua belas tahun menghiasi semoga membuat kita kuat. Semoga itu menjadi alasan kita memasang layar dan menaiki perahu dengan tetap saling berpegangan.

Dua belas tahun, terima kasih Tuhan karena memberi 4 orang anak-anak yang soleh solehah. Semoga kita mampu membekalinya sehingga mereka berarti banyak buat kita.

Terima kasih padamu untuk dua belas tahun pernikahan kita.
Aku tidak pernah merasa kau berubah tua. Yang aku ingat, aku tetap mencintaimu hingga detik ini.

Selasa, 10 Mei 2011

Yu, mendidik dengan cinta, bukan dengan kekerasan

Pagi-pagi ini saya kembali dikecewakan oleh Anda. Hai, Anda! Anda tuh aneh ya. Ada aja sesuatu yang Anda perbuat yang menyebalkan saya.

Yang membuat saya sebal adalah, anak-anak mau berangkat olimpiade, harusnya Anda beri motivasi dan doa. Sebagai dorongan terindah buat mereka. Sebagai bekal yang membuat mereka kuat menghadapi soal sesulit apapun. Kok saya lihat malah mereka dibentak-bentak, seperti perlakuan polisi pada penjahat. Atau setidaknya itulah pendapat saya tentang perlakuan Anda pagi ini terhadap anak-anak gemilang saya.

Mungkin menurut Anda anak-anak ini terlalu lelet mengerjakan sesuatu, sehingga Anda khawatir mereka terlambat. Tapi Anda juga saya harap introspeksi. Pembinaan seperti apa yang sudah Anda lakukan. Surat dari dinas saja baru diambil sore kemarin. Menurut jajaran Anda, mata pelajaran yang diujikan hari ini adalah IPA, tidak tahunya semua (termasuk ekonomi) harus berangkat hari ini. Wajarlah kalau mereka tidak siap. Sebagian dari mereka galau dan bingung.

Mereka memerlukan banyak hal. Saya yakin, sebagian dari mereka malah belum sarapan.
Kalau mau memperbaiki keadaan, hayu perbaiki semuanya. Bukan hanya anak-anak, kita juga gurunya bung. Jangan jadikan mereka sumber kesalahan. Menurut saya pendidikan adalah proses dan berproses. Pendidikan adalah seni. Karena kita mendidik banyak orang. Yang kita didik adalah manusia. Manusia punya perasaan. Karenanya, yu kita juga pelajari psikologi anak-anak usia SMA, dan sekali-kali tema pendidikan sekolah kita ubah saja dengan : Mendidik dengan Cinta, bukan dengan kekerasan !!!!

Senin, 09 Mei 2011

Akhirnya, semua siswa leadership saya punya blog

Begitulah, sebagai guru Leadership saya harus mengajarkan mereka 7 keterampilan leadership:
1. Understanding self
2. Communication
3. Getting along with others
4. Learning to learn
5. Managing
6. Decision making
7. working with group.
Salah satu proyek, mereka saya minta wajib memiliki blog. Dengan blog, saya berharap mereka memiliki kemampuan menulis (walau sedikit). Ya, sebagai upaya, kita harus memberikan ruang yang tepat untuk mereka bereskpresi.
Sejauh ini, segala macam status dan komentar di facebook dan twitter mereka lumayan bagus, maka kemungkinan besar merekapun bisa menulis.

Jumat, 06 Mei 2011

Pagi berkabut

Pagi Jumat, 6 Mei 2011.

Pantas pagi ini dingin sekali. Ketika buka jendela kamar pk 05.30, ternyata pagi terbungkus kabut. Kabut menyeruak masuk hingga pori-pori. Dingin sekali. Tumben. Biasanya kabut yang ada tidak setebal pagi ini.
Beberapa meter ke depan sudah tidak tampak apapun. Hanya putih dan dingin.
Hingga saya berangkat pk 06.10 kabut masih juga tebal.

Serasa di puncak, atau di pangalengan, atau di manaaaa gitu...









Kamis, 05 Mei 2011

Alisha dan bunga

Alisha senang sekali dengan bunga. Dia akan menunjuk-nunjuk sambil berteriak 'bungaaa' setiap bunga terlihat.
Biasanya dia merengek ingin diambilkan bunga.